Wednesday, May 03, 2006

Ga terasa sekarang sudah masuk Mei...artinya sudah lebih kurang 4 bulan blog ini ga pernah tersentuh...Kenapa? Ada beberapa alasan : pekerjaan baru yang menyita waktu chatting dan blogging, akses internet yang suka ngadat dan malas (seems like the last reason is the most reasonable...)

Ada beberapa buku yang sudah selesai aku baca : Kisah Klan Otori : Grass For His Pillow, Slim Chance (chicklit), 2 buku lama John Grisham yang dibaca ulang The Rainmaker dan The Partner (I really like this one), Are You Afraid Of The Dark-nya Sidney Sheldon (not recommended untuk penggemar John Grisham, ceritanya terlalu gampang dan terlalu unbelieveable...Hollywood banget...), Harry Potter and The Half Blood Prince (WOW!!!) dan saat ini sedang dalam perjuangan menyelesaikan Angels and Demons-nya Dan Brown...

Maaf, hari ini tidak ada review, mungkin besok atau lusa...a lot of works still wait to be done...

Wednesday, January 18, 2006

Sebuah kisah tragis tentang sepenggal kehidupan seorang perempuan terangkum manis dalam karya Fira Basuki berjudul "Rojak". Rojak diambil dari bahasa Melayu (Malay) yang artinya sama dengan rujak dalam bahasa Indonesia. Rujak menceritakan kehidupan seorang wanita Singapura berdarah campuran Cina dan Melayu yang menikah dengan seorang pria Jawa. Kehidupannya bergulir seperti rasa dalam rujak, pahit, manis, pedas, asam dan asin. Semua bercampur menjadi satu.Janice Wong lahir dan dibesarkan di Singapura dari seorang ayah berdarah Cina dan ibu berdarah campuran Melayu-Cina, atau lebih dikenal dengan sebutan Nonya.Janice menikahi seorang pria Jawa bernama Setyo yang telah lama bekerja dan bermukim di Singapura. Mereka memiliki keluarga kecil yang bahagia dengan dua anak meski hidup sederhana. Orang tua Setyo adalah seorang pengusaha terpandang di Jakarta, keturunan ningrat yang selalu bergelimang harta.Kehidupan Janice mulai berubah ketika ibu mertuanya pindah ke Singapura setelah kematian ayah Setyo yang ternyata meninggalkan banyak hutang dan membuat keluarganya bangkrut.

Kehadiran ibu mertua yang priyayi dan sangat perfeksionis membuat Janice tertekan. Di satu sisi ia menginginkan ketenangan dalam kehidupan sederhana bersama keluarga kecil dan suami yang sangat mencintainya tetapi di lain sisi ia harus banyak mengalah dan bertenggang rasa dengan sang ibu mertua yang otoriter.Tekanan ekonomi akibat kehadiran ibu mertua yang selalu menuntut banyak mengharuskannya kembali bekerja
Konflik batin dan perhatian suami yang tak lagi didapat membuat Janice berselingkuh dengan seorang instruktur Yoga yang dikenalnya ketika berolahraga di sebuah taman.Janice mendapatkan perhatian dan cinta dari pria bernama Eric tersebut.Cinta yang tak lagi didapatnya dari Setyo yang ternyata mengidap sakit kelamin akibat seks bebas yang dilakoninya setiap mendapat tugas keluar dari perusahaan tempatnya bekerja.

Tekanan semakin berlanjut seiring semakin merajainya sang ibu mertua dalam kehidupan rumah tangga mereka.Hingga pada puncaknya sang ibu membawa pergi anak dan cucu-cucunya kembali ke tanah air.Suatu kondisi yang membuat Janice semakin tertekan dan kehilangan kendali hingga melakukan penganiayaan pada pembantu rumah tangganya dan berakhir dengan penjara.Not a happy end, akhir kisah yang sangat tragis.

Saya suka buku ini, alur cerita kilas balik dan berbagai kejutan yang ada di dalamnya merupakan ciri khas Fira untuk menarik minat pembacanya. Setiap karakter tidaklah tampil seperti apa yang tampak di permukaan. Setiap karakter menyimpan rahasia, dan itulah yang membuat pembaca penasaran. Gaya bertuturnya lancar dan konflik-konfliknya begitu rapi. Yang saya maksud dengan konflik yang rapi disini adalah cara si penulis membangun konflik mulai dari latar belakang hingga akhir yang tetap berpijak pada kenyataan.Good book, cocok buat mengisi waktu luang.

Tuesday, December 06, 2005

Judul buku ini adalah MANTRA. Buku ini dapat digunakan untuk membantu Anda untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan di dalam hidup. Ini tidak dilakukan dengan MANTRA, bukan dengan SIHIR, bukan juga dengan JIN atau kawan-kawannya. Namun hal ini dilakukan dengan konsep psikologi dan teknik rahasia untuk mengetahui cara yang benar dalam mengungkapkan keinginan Anda dan membaca lawan Anda.

Kalimat tersebut menjadi pembuka buku bersampul hijau tulisan Deddy Corbuzier, seorang mentalist (saya lebih suka pakai kata ini karena padanan kata yang tepat dalam bahasa Indonesia-nya belum ada dan pesulap tidak sama dengan mentalist, pesulap = magician). Buku ini bukan fiksi ataupun fiksi ilmiah. Saya lebih cenderung menyebutnya 'kumpulan berbagai teori dari berbagai buku psikologi yang diambil bagian-bagian terpentingnya saja dan dirangkum dalam sebuah buku setelah sebelumnya dipraktekkan dalam dunia nyata'. Kepanjangan? I think so...

Isi buku ini menarik, tidak teoritis dan lebih gampang dicerna. Penulis selain memiliki pengetahuan juga memiliki pengalaman. Yang dimaksud dengan mantra dalam buku ini adalah kata-kata, bagaimana mendapatkan kata yang tepat, dalam situasi yang sedang dihadapi, untuk mengungkapkan apa yang kita inginkan pada orang lain dan bagaimana cara membujuk (mempengaruhi?) dan mewujudkan keinginan kita lewat orang lain melalui kata-kata.

Intinya adalah komunikasi, bagaimana menjalin komunikasi yang baik dengan orang lain, sehingga kita bisa memahami orang tersebut atau lebih jauh membaca bagaimana sifat orang tersebut sehingga mudah bagi kita untuk mengungkapkan apa yang kita inginkan pada orang tersebut tanpa merasa dibebani (kok kedengerannya jadi kayak teori dalam text book ya?). Termasuk juga cara mengakhiri percakapan dengan orang-orang yang tidak kita inginkan, terutama orang-orang yang suka under estimate, nyebelin, ga bisa nerima kenyataan, tukang bohong dll...

Kesimpulannya...bacalah buku ini, ga nyesel kok...

Tuesday, November 22, 2005


Red Diary:Catatan Harian Lelaki Malam oleh Moammar Emka. Nama yang tidak asing lagi di dunia publishing Indonesia. Wartawan dengan spesialisasi berita tentang dunia gemerlap Jakarta, telah menghasilkan buku Jakarta Undercover (Sex n The City) jilid 1 dan 2, yang bercerita tentang gemerlap kehidupan malam di Jakarta plus aneka urusan syahwat yang ada di dalamnya.

Red Diary dipinjamkan oleh seorang teman kepadaku. Buku terbitan 2003 ini lebih merupakan otobiography dari penulisnya sendiri. Setelah membaca (full atau review) Jakarta Undercover, pasti tak pernah terbayang dalam benak pembacanya bahwa buku (yang sebagian besar berisi pengalaman pribadi penulis) tersebut lahir dari tangan seorang santri lulusan pesantren di Jawa Timur. Buku yang blak-blakan mengupas tentang berbagai fenomena kehidupan malam Jakarta tersebut menjadi best seller di Indonesia. Sebuah fakta bahwa ternyata minat baca masyarakat kita untuk buku bertema seks sangatlah besar.

Red Diary mengungkap diri penulisnya, seorang lelaki yang dibesarkan dalam ajaran Islam yang teguh, menempuh pendidikan di pesantren atas keinginan sendiri dan sangat menjaga dirinya dari kemaksiatan. Godaan dunia mengalahkan segalanya. Dari profesi wartawan yang digelutinya setelah lulus kuliah, Emka mengambil spesialisasi liputan syahwat dan menjadi kontributor majalah-majalah seperti ME (Male Emporium), Popular dan Jakarta, yang memang menjadikan ulasan syahwat sebagai daya jualnya. Emka seperti terlupa pada akarnya dan larut dalam dunia gemerlap yang penuh kenikmatan sesaat. Hingga akhirnya jatuh cinta dan berlabuh pada dermaga seorang perawan yang dikenalnya di sebuah cafe.

Not a good book, tapi ada point yang bisa diambil dari buku ini, kejujuran penulis dan puisi-puisi romantis yang ada di dalamnya.

Wednesday, October 19, 2005

Ketika mampir ke toko buku, aku melihat meja pendek di tengah ruangan yang dipenuhi novel-novel chicklit (chick literature) dengan tulisan besar tergantung di atasnya 'Diskon 10%'. Aku menghampiri meja tersebut dan mulai memilih-milih. Pilihanku jatuh pada novel 'Bridget Jones's Diary' yang sudah pernah kutonton filmnya beberapa tahun lalu. Novel karya Helen Fielding ini merupakan pelopor hadirnya chicklit, aliran baru novel untuk wanita yang mengusung semangat 'being single and happy'. Dan ternyata isinya lebih lucu daripada filmnya yang dibintangi Renee Zellweger, Hugh Grant dan Colin Firth.

Novel ini bercerita tentang seorang wanita berusia 31 tahun, belum menikah, tidak begitu sukses dalam karir, kelebihan berat badan, pemabuk, perokok berat dan tidak populer di lingkungannya. Novel ditulis dengan gaya bercerita buku harian, dimulai dengan resolusi tahun baru yang dibuat oleh tokoh utamanya, Bridget, yang berisi berbagai tekad yang akan dilakukannya selama satu tahun ke depan. Tapi Bridget hanya wanita biasa, dengan berbagai masalah yang dihadapinya, termasuk kegagalan membina hubungan dengan managernya, Daniel Cleaver, persahabatan dengan teman-temannya, kelucuan yang terjadi ketika memulai pekerjaan baru sebagai reporter tv, termasuk masalah ibunya yang mendadak jadi feminis dan menolak mengerjakan pekerjaan rumah tangga, memilih berkarir sebagai pemandu acara 'Suddenly Single' di televisi dan berpacaran dengan seorang penipu.

Cerita mengalir apa adanya (meski kehidupan Bridget terlalu bebas untuk ukuran orang Indonesia) dengan banyak kegagalan dan sedikit kesuksesan yang diraih Bridget dalam setahun dan diakhiri dengan kesuksesan besar yang manis, Bridget berhasil kencan dengan pria yang hampir sempurna, Mark Darcy. Lucu dan benar-benar menghibur. Cocok sebagai bacaan ringan untuk pengisi waktu. Kali lain ke toko buku, aku pasti akan membeli chicklit yang lain.

Wednesday, September 28, 2005

La Tahzan oleh Dr. Aidh Al-Qarny, artinya "Jangan Bersedih", sebuah buku menarik tentang kehidupan. Setiap orang pasti punya masalah dan seringkali kita menemui jalan buntu sehingga putus asa dalam mencari penyelesaiannya. Buku ini menawarkan solusi yang dapat merubah cara pandang kita terhadap masalah yang tengah dihadapi dan tentunya membantu menjernihkan pikiran sehingga kita dapat menemukan jalan keluar terbaik bagi permasalahan yang sedang dihadapi.

Penulis begitu piawai merangkai kata-kata indah yang dapat menghibur dan membesarkan hati pembaca. Buku yang patut dimiliki dan dibaca oleh setiap orang. Penulis mengupas setiap bagian buku dari sudut pandang Islam tetapi tidak menutup kemungkinan bagi penganut agama lain untuk turut menikmati isi buku ini.

Tidak salah jika buku ini menjadi best seller di Mesir dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Dan rasanya tidak cukup hanya sekali membaca dan merenungi apa yang disampaikan penulisnya. Ada satu kalimat yang sampai saat ini selalu saya ingat dan sering saya sampaikan kepada teman-teman saya "Bila kita tidak dapat mensyukuri hal-hal yang kecil, bagaimana mungkin kita bisa mensyukuri nikmat yang besar?". Kalimat sederhana yang bagi saya sangat dalam maknanya, terutama untuk melapangkan hati dan merasa ikhlas dalam menerima segala hal. Cukup baik untuk membantu menghilangkan berbagai penyakit hati yang masih sering saya alami seperti iri dan dengki (bahkan terkadang merasa bahwa Allah tidak adil). Hingga akhirnya saya bisa lebih bersyukur dalam menerima segala yang telah ditetapkan Allah (terutama dalam masalah rezeki).

Sangat dianjurkan untuk dimiliki dan dibaca, terutama bila sedang menemukan jalan buntu dalam menghadapi masalah. La Tahzan...jangan bersedih karena setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya dan ikhlaslah dengan segala ketentuan Allah...lapangkan hati dan pikiran, kasihi sesama dan jadilah orang yang pemaaf.

Great Book!!

Thursday, July 14, 2005


Kemarin aku mampir ke Gramedia dan membeli sebuah buku dari penulis yang namanya belum pernah aku dengar sebelumnya, Lian Hearn dengan judul 'Across The Nightingale Floor'. Buku itu berkisah tentang kehidupan seorang pemuda di jaman feodal Jepang. Kisah yang sangat menarik dengan latar belakang adat dan budaya Jepang.

Kisah diawali dengan seorang pemuda bernama Tomasu yang dibesarkan di kalangan kaum Hidden yang cinta damai. Namun mereka terjebak di dalam peperangan antar klan yang memperebutkan wilayah kekuasaan. Hingga akhirnya kaum Hidden dihabisi oleh klan yang berkuasa, Tohan. Tomasu berhasil selamat atas pertolongan Lord Otori Shigeru hingga akhirnya ia diangkat anak dan berganti nama menjadi Otori Takeo. Ternyata asal-usul Takeo penuh misteri. Ia bukanlah pemuda biasa melainkan keturunan Kikuta, pembunuh ulung dari kalangan Tribe. Ia memiliki bakat alami sebagai pembunuh dan hal inilah yang membawanya untuk membalaskan dendam atas kematian keluarganya kepada pemimpin klan Tohan, Lord Iida Sadamu. Nightingale floor adalah lantai kayu yang mengelilingi kediaman Lord Iida. Disebut demikian karena lantai tersebut akan berdecit layaknya nyanyian burung bulbul saat terinjak oleh orang yang melewatinya. Lord Iida sengaja membuat lantai tersebut agar ia dapat mengetahui setiap orang yang masuk ke rumahnya. Hal ini disebabkan ketakutannya akan dibunuh oleh lawan-lawan politik dan orang-orang yang membenci kekejamannya. Buku ini juga dibumbui dengan kisah cinta yang menarik dan terjalin penuh rahasia.

Kisah diramu dengan sangat bagus. Penggambaran alam Jepang yang indah, diantara pegunungan (meski sesekali diguncang gempa), berikut kastil-kastil megah yang dikelilingi taman-taman dan sungai dapat membangkitkan angan ke negeri sakura tersebut. Buku yang sangat bagus untuk menambah wawasan.

Aku pernah membaca sebuah buku karangan Michael Crichton yang berjudul 'The Rising Sun' yang juga mengambil latar belakang budaya Jepang. Kedua buku memiliki kesamaan dalam menggambarkan budaya, adat dan sopan santun masyarakat Jepang. Mereka memang terkenal teguh dalam hal memegang budayanya terutama nilai-nilai kerja keras, kesetiaan, kehormatan dan rasa malu. Begitu tingginya masyarakat Jepang memegang teguh nilai-nilai tersebut. Nilai yang seharusnya dimiliki oleh para pemimpin bangsa kita, tetapi ternyata tidak. Pernah aku dengar ada seorang menteri di Jepang yang terbukti korupsi dan ia mengambil jalan terhormat untuk mengakhiri semua tuduhan padanya dengan bunuh diri. Kematian lebih terhormat dibanding hidup menanggung malu (sifat yang wajib dimiliki oleh seorang pejabat selaku pemegang amanah rakyat). Mungkin budaya inilah yang menyebabkan Jepang menjadi negara maju, padahal dari segi sumber daya alam, tanah mereka tidaklah sekaya Indonesia. Tanah mereka hanya kaya gempa. Mereka mampu bangkit dari keterpurukan setelah Amerika meluluhlantakkan negerinya dalam perang dunia kedua.

It's a good book and must be read!